Selasa, 04 Agustus 2009

Tips Merawat Baterai Ponsel

BATERAI NOKIA
Baterai ibarat sumber kehidupan pada sebuah ponsel. Jika baterai habis ponsel pun tak mau hidup. Jika baterai mengalami kerusakan ponsel juga sakit-sakitan. Meski komponen ini sering terlupakan namun keberadaannya mutlak diperlukan.

Jenis-jenis yang mungkin sudah anda kenali yakni NiCad (nickel cadmium), NiMH (nickel metal hydride), Li-Ion (lithium ion) dan Li-Polymer. Namun agar bisa senantiasa memperlakukannya dengan baik, ada baiknya kita mengenal tipikal berbagai jenis baterai ini.

NiCad

Baterai jenis ini merupakan generasi pertama. Berkapasitas besar baterai ini cocok untuk ponsel lama yang bertenaga besar. Sesuai dengan ukuran dan kapasitasnya, proses pengisian ulangnya pun cukup merepotkan. Misalnya pengisian ulang harus dilakukan pada saat dayanya benar-benar habis. Karena baterai NiCd memiliki memory effect, semakin lama kapasitasnya akan menurun jika pengisian belum kosong benar.

NiMH

Generasi selanjutnya adalah NiMH, baterai isi ulang ini masih memiliki memory effect namun hanya bersifat sementara. Jadi lebih fleksibel ketimbang jenis NiCd. Untuk pengisian ulang tak perlu menunggu benar-benar habis, namun dengan konsekuensi akan terasa cepat habis. Namun hal ini hanya berlangsung sementara, saat habis isi kembali dan kemampuannya akan normal lagi.

Li-Ion

Ketimbang dua generasi sebelumnya tipe ini tak lagi memiliki memory effect. Jadi anda bisa mengisi ulangnya tanpa menunggu baterai habis. Baterai Li-Ion memiliki "life circle" (siklus hidup) yang lebih pendek. Bahkan apabila dicas berlebihan akan menurunkan kemampuan baterai ini ketimbang NiCd dan NiMH.

Li-Polymer

Ini generasi paling baru baterai isi ulang. Selain ramah lingkungan dan keunggulannya di atas baterai Ni-Ion. Untuk perawatan, baterai ini tak jauh beda dengan Li-Ion. Namun penanganannya harus ekstra hati-hati. Mengingat sifatnya yang "liquid" dengan tekanan yang cukup keras bisa menyebabkan bentuk baterai berubah. Kelemahan Li-Polymer justru mengharuskan kita mengisi ulang baterai jangan sampai menunggu ponsel mati dengan sendirinya. Atau sebisa mungkin ketika ponsel memberikan peringatan baterai lemah. Jika tidak ponsel akan susah untuk diaktifkan karena baterai belum pulih sepenuhnya.

Apakah memory effect itu?

Anda mungkin pernah atau bahkan sering mendengar istilah "memory effect". Efek memori hanya terjadi pada baterai ponsel jenis NiCad dan NiMH. Gambaran singkatnya sebagai berikut jika setiap anda mengisi baterai hanya sebesar 60%, maka suatu saat baterai akan lupa bahwa masih ada ruang sebesar 40% yang belum terisi. Baterai akan menganggap 60% adalah 100% alias baterai terisi penuh. Rugi bukan?

Namun jangan takut efek memori tersebut hanya terjadi pada tipe baterai lama seperti NiCad dan NiMH.

Menghemat konsumsi baterai

Tanpa perlu menggunakan teknik-teknik canggih atau aplikasi tambahan, anda dapat memperpanjang umur baterai. Berikut tips sederhana untuk menghemat umur baterai anda :

- Matikan bunyi-bunyian yang tak perlu seperti bunyi keypad, kamera, bunyi flip saat dibuka.
- Jangan gunakan mode getar terlalu lama. Vibrator ponsel mengkonsumsi daya lumayan banyak. Lebih baik gunakan volume ringtone yang lebih kecil jika anda sedang rapat atau pertemuan. Atau gunakan mode silent/sunyi.
- Atur backlight ponsel anda jika tidak sedang digunakan. Misalkan atur backlight agar mati setelah 10 menit ponsel tak anda sentuh.

Menjaga baterai tetap awet

Terkadang ada baterai ponsel yang sanggup bertahan hingga bertahun-tahun dan masih dapat dipakai. Kadang -kadang ada juga baterai yang baru beberapa bulan sudah tidak dapat digunakan.

Berikut tips untuk menjaga baterai tetap awet:
- Jaga jangan sampai baterai terjatuh atau terkena benturan dengan keras karena akan merusak fisik baterai.
- Matikan ponsel terlebih dahulu sebelum melepas baterai. Langkah ini sering diabaikan oleh kita. Jika anda melakukannya performa baterai bisa turun drastis.
- Jangan meletakkan baterai di bawah sinar matahari langsung.
- Jangan sampai baterai melakukan kontak dengan benda-benda metal, terutama pada bagian konektor karena akan menimbulkan arus pendek.